Jumat, 24 Mei 2013

Galaunya Mba Dew

23 Mei sudah  lewat satu hari yang lalu, tapi eksekusi harus tetap dilaksanakan... kamis 23 Mei 2013 adalah hari jadinya Dewi Tri Ningsih alias Mba Dew yang ke-22 tahun, seperti halnya yang sudah pernah dilakukan sebelumnya, kini yang dapat giliran "given a sureprise" adalah Mba Dew. Tuing tuingg.... sureprise nya biasa aja kok cuma dateng kerumah dan membawa kue, beberapa minggu sebelumnya kita sudah "seceng" duluan sama mas Bogi (pacarnya Mba Dew), maunya dikerjain siram-siram'an gitu deh, tapi uuppss... mas Bogi gak ngizinin yasuda jadinya biasa aja hehehe...


Di hari ultah, statusnya yang lagi ultah memelas banget, galau galau gitu deh... pokoknya tertulis yang harusnya aku bahagia tapi gak bahagia, hehe sepertinya dibikin sebel sama seseorang, kita pura-pura gak tau. Dan pagi hari tepat dihari eksekusi, statusnya juga begitu, galau galau dan galau... hehehe kompor-komporin aah biar tambah snewen, dan yeeesss berhasil....

Janjian sama teman-teman yang lain jam 13.00 (habis jumatan) karena mengimbangi para cowok yang baru selesai jumatan. Janji boleh jam 1 siang tapi berangkat molor banyak sudah jadi kebiasaan, hahaha "ngaret.com"... rencana punya rencana, yang ada malah tunggu-tungguan temen-temen yang lain : ada yang mau makan siang dulu, ada yang baru berangkat dari tempat cowoknya dan ada juga yang masih dandan, harap maklum yaa.. para calon ibu-ibu, kwkwkwk... belum lagi pesen kue nya hadeee memakan waktu 1,5 jam untuk menyiapkan semua, dan 14.30 baru pada berangkat on the way ke rumah mba dew. Eiiiitttss... rumahnya Budhe Mba Dew lumayan jauh loh, jadi kita butuh bantuan mas Bogi  untuk nganterin ke rumah yang empunya hajatan dan sebagai tour guide kita adalah si Nanda Nandul,  kwkwkwk....

Tiba di lokasi pukul 15.10 pas azan ashar, wah alhamdulillah..... akhirnya sampe'  juga setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Mas Bogi yang mengetuk pintu rumah dan disambut oleh Budhe, kita menunggu eeh tepatnya ngumpet ding di teras depan sambil jongkok, tidak lama kemudian Mba Dew keluar dengan wajah lusuh karena baru bangun tidur (kita mengganggu waktu tidur siangnya) hehe... dan jrenggg...jreng... Happy Birthday to you Mba Dew, "aahh kalian tu, ngapain pada dateng, udah bikin Mba Dew galau, kemaren tu juga ada yang bikin nyebelin (hehe nyindir Mas Bogi".. sudah sudah yang penting gak nyangka kan bakal kesini, kita dipersilahkan duduk gak nih", kataku hehe...

Duduk manis di ruang tamu, ketemu Budhe, Pakde dan Mba Ari serta Rara, Mba Dew sibuk menjamu para tamu yang tak diundang ini (kita-kita) dengan menyuguhi yakult (2 pack), air es (2 botol), pempek (2 piring), Chitatos, Rempeyek, Kedondong dan tidak lupa kue ultahnya. hehehe mulai menyantap makanan yang sudah tersedia, belum lagi ditraktir makan bakso sesaat mau pulang, huaaa ngaaap ngaappp ngaaappp... nyaaamm.. nyaaammm.... mantaaabbbb.


Cerita demi cerita mulai diobrolin, dari yang penting sampek yang tidak penting sekalipun, dari yang urusan pribadi sampek yang urusan rumah tangga... hahaha jadi menu sore yang sangat bikin geli di dengar. Dua moment yang bikin ngakak : 
  1. Ketika antri untuk sholat Ashar di kamarnya Mba Dew, pertama aku duluan yang sholat dan diikuti dengan yang lain. Saat gilirannya Dita, dia melihat kasur springbednya Mba Dew dan langsung memanggil dan menarik tangan masnya (syafe'i) dan bilang "Mas, iniloh yang nduk maksud, harusnya kita beli kasur springbed yang gede dan lebar kayak gini", denger itu semua pada ngakak lebih-lebih aku. Nanda langsung berceloteh "Eeh dimohon yaa, urusan rumah tangga jangan dibawa-bawa kesini, sambil tertawa hehe". Uuppss oohh iyaa... mereka (Mas Syafe'i dan Dita) insyALLAh akan menikah saat wisuda bulan Juli nanti, jadi wajar jika omongan rada ke rumah tangga gitu
  2. Saat menyantap bakso kita sambil mengobrol, setelah selesai tanpa sadar aku duduk bersila sambil mengangkat kaki kiri, uuppss... beneran gak sadar loh ini, asik ngobrol sam temen-temen. Dan satu komentar terucap "Disini kita ada 3 cwo ya, bukan aku sm Bogi aja", kata Mas Syafe'i. yang lain pada bingung. "Tu tuh ditambah Lona satu", eehh denger itu aku langsung sadar.. wah wahhh kaki ku gak diturunin, padahal pakek rok loh, untungnya lebar dan panjang, jadi ya gak sensor. hehehe yang lain pada ngakak, gak heran mereka.. katanya aku ketua genk lah, reman la dan lain-lain. #tomboy 
  
Keasikan ngobrol jadi lupa waktu, Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar azan maghrib berkumandang, waktunya untuk pulang ke rumah masing-masing. Haaa eksekusi sore ini cukup sekian, sayang bunda Reni gak bisa ikut, besok-besok lagi ya Bund.

cc :  
Thank you so much for your cooperation. Continue expedition next...

Dokumentasi Kita

Kalian istimewa



 

  

Senin, 20 Mei 2013

Ramalan... Percaya atau tidak ???


 

Obrolan ringan selang beberapa waktu yang lalu menjelang waktu maghrib, aku dan seorang teman SMA (bernama Fitri), yang sore ini  bertamu kerumah dan kita bercerita tentang pengalaman yang pernah terjadi di diri masing-masing.
 
Flashback pengalaman masa lalu, mula-mula ia dulu yang  bercerita tentang pengalaman saat KKN di daerah Sleman, Jogja. Selama disana, kesehariannya ia berinteraksi dengan seorang bapak penjual kue, dimana setiap kali bertemu ataupun mengobrol dengan Fitri bapak itu sering bilang ke Fitri, "Diantara temen-temen2 kamu yang lain, kamu yang paling cepat menyelesaikan studi, itu yang bapak liat". dengan gaya cueknya Fitri hanya meng-Amini perkataan dan mungkin doa juga dari bapak itu. Tapi, ntah kebetulan atau tanpa sengaja sekarang Fitri memang satu2nya mahasiswa angkatan 2009 yang sudah selesai pendadaran dan dinyatakan lulus di kampusnya, yang mana teman-teman seangkatannya masih sibuk dnegan seminar, penelitian dan ada yang baru mau pendadaran. Saat ia menceritakan itu dengan lagat cueknya cuma bilang "dijalani doang kok bik, mengalir aja, gak pernah jadi beban, ngapain stress". hehe memang betul celotehnya temanku satu ini.
Dan pengalaman kedua yang ia ceritakan adalah pengalaman 3 tahun yang lalu, saat ia berada di sebuah ruang tunggu penumpang di Bandara S******* H**** hendak pulang ke daerah asal, ia melihat dan bertemu dengan sekumpulan orang yang berkepala botak, dengan pakaian serba kuning, ada juga yang hijau dan seorang tua dengan pakaian seorang putih. Sambil mikir, aku mencerna apa yang Fitri bicarakan, "Oh iya aku tau, yang ia maksud tentang kepala botak itu adalah Biksu", hehe tertawa geli...
Dari sekian banyak para Biksu disana, tapi anehnya hanya seorang dari sekumpulan orang itu yang menghampiri Fitri (saat Fitri lagi asik makan) dan berhenti tepat di samping tempat duduk Fitri dan berbicara dengan bahasa yang tidak dipahaminya panjang lebar, setelah selesai bicara Biksu tersebut memberi sebuah kartu kecil berwarna orange lengkap dengan tulisan kanji Jepang, mendapat kartu itu Fitri hanya bingung dan cuek sambil melanjutkan makan. Orang-orang di ruang tunggu Bandara yang melihat kejadian itu langsung mengerumuni Fitri dan bertanya-tanya, apa yang dikasih oleh Biksu itu kepada kamu, dan ada seorang laki-laki Chinese menjelaskan kepada Fitri bahwa terjemahan dari perkataan Biksu tadi adalah "Hidup kamu akan lurus kedepan, hari-harimu akan dihiasi kegembiraan, Nak". Lama aku mengenal Fitri, ia memang sosok yang gak sering ambil pusing tentang sesuatu hal, apa-apa dibawa enjoy, cuek banget dan satu lagi hobinya jalan-jalan, tapi nyatanya sekarang apapun yang ia lakukan semua beres, beres maksudnya pasti, Santai tapi pasti. Denger pengalamannya Fitri, aku ngebatin ya Ampuuuun, rejekinya Fitri itu...
 
Setelah mendengar celotehan Fitri aku teringat sesuatu, kejadian 3 tahun yang lalu tepatnya tahun 2011, moment kedua kalinya aku pulang ke kampung halaman dan pertama kalinya aku mudik lebaran setelah berbulan-bulan di tanah rantau untuk bersekolah. saat itu malam takbiran Idul Fitri, aku menemani ibu ke rumah seorang Nenek yang rumahnya tidak begitu jauh dari rumahku, tujuan kesana untuk membayar Fitrah. Sesampainya, ketika nenek melihatku aku mencium tangan beliau, nenek langsung memelukku dan berkata "Ya Allah cu, jodohmu gak akan lama lagi", padahal lama sekali aku gak ketemu nenek, selama aku dijogja kan jarang pulang, dengan tersenyum aku mengucapkan, "Amiiin.. iya nek, mudah-mudahan dipermudah, terimakasih, mohon didoakan aja" trus aku balik bertanya, "sekolah dan rejeki Lona baik-baik aja kan nek". Nenek menjawab, "iya baik dan lancar, tapi jodohmu yang tidak lama lagi". Aku cuma kembali tersenyum dan dalam batinku, "iya Nek aku berharap selalu yang terbaik bagiku dan orang-orang tersayangku".
 
 
Dari beberapa pengalaman diatas, teman-teman boleh percaya atau tidak, apakah ini bisa dikatakan ramalan atau bukan ???... tapi semua yang terjadi pada diri manusia semua kehendak Allah SWT, kalaupun omongan atau penglihatan seseorang baik atau buruk tentang seseorang lainnya, benar-benar terjadi suatu saat, itu kembali kepada takdir manusia. Karena Kun faa ya kun, yang terjadi maka terjadilah.. Orang yang beriman selalu yakin akan KuasaNya. Selalu bersyukur....